Rasanya cukup sering orang-orang bilang, selalu tentukan target Anda. Tapi rasanya.,.. baru-baru belakangan ini aja, saya menemukan A.H.A baru, tentang hal yang bernama target ini. Kenapa sih target itu menjadi satu hal yang harus dihindari... well, terlalu panjang kalau harus dibahas di sini.
Kenapa harus pasang target?
Dalam memulai bisnis apapun, kita selalu di hadapkan pada target. Ingat beberapa bulan yang lalu, waktu saya nego sama suami saya, untuk menyisihkan cukup banyak dari anggarana bulan kami untuk memulai bisnis yang satu ini. Yang ditanya pertama kali, "Dalam berapa lama, kamu bisa kembaliin uang ini?". Waktu itu saya menjawab, "InsyaALLAH dalam waktu satu tahun. " Yang jelas duit yang investasikan cukup besar, gak seperti bisnis saya yang ini, modalnya cuma Rp30.000, tapi insyaALLAH hasilnya pun bisa juta-an. I'm on my way there... Amien.
Nah, apa gunanya target?
Buat saya pribadi target itu sebagai pengingat kita, seperti halnya adzan itu mengingatkan kita untuk sholat. Target juga begitu, fungsinya mengingatkan kita pada tujuan awal kita berbisnis.
Seberapa muluk target bisa dipasang?
Batasannya hanya diri Anda. Sekali Anda merasa, duh... kayaknya gak bisa dech! That's it!!! Anda tidak akan mencapai target Anda.
Lho, kok bisa semudah itu...
Target, dalam tataran pengertian saya yang ilmu-nya belum seberapa ini masuk dalam kategori doa. Atau malah, target itu merupakan bagian tak terpisahkan dari doa.
Begini?
Kepada siapa kita meminta atau berdoa? Tentunya pada Yang MAHA Pemberi ya... ALLAH SWT.
Apa yang kita minta dalam doa kita? Semua hal tentunya!
Spesifik gak? Harusnya spesifik!!!
Kenapa? Karena doa yang spesifik, menunjukkan kita mengerti dan sadar sepenuhnya akan apa keinginan kita.
Artinya apa? Hati kita siap, pikiran kita siap, dan otomatis... semua tindakan kita akan selalu menunjang ijabah-nya doa yang kita sampaikan.
Ambil contoh begini.
Ya ALLAH, saya ingin saya jadi Diamond. kabulkanlah doa saya, Ya ALLAH...
bandingkan dengan yang ini
Ya ALLAH, hanya dengan pertolonganmu aku bisa memperoleh apapun yang aku inginkan. Aku mengijinkan diriku untuk menjadi DIAMOND. Dalam perjalanan menuju posisi ini Ya ALLAH, aku akan menyisihkan setiap rupiah ya aku hasilkan, agar aku dan keluarga besarku dapat segera mengunjungi rumah-MU, ya ALLAH. Dengan penghasilanku tersebut dalam waktu maksimal 2 tahun, aku dapat segera menunaikan rukun islam-MU yang terakhir. Amien.
Gimana?
Kelihatan kan perbedaannya...
Di doa yang terakhir, saya dengan jelas merincikan kenapa saya ingin mencapai posisi Diamond. Saya memasang target dalam doa saya. Saya memasang keinginan saya...
Tentunya doa setiap orang beda. Nadib Anda sangat bergantung pada doa yang Anda panjatkan. Nah, saat ini seberapa kuat Anda berdoa (hati dan fisik), seberapa yakin Anda doa Anda akan terkabul, seberapa besar keinginan Anda agar doa Anda terkabul?
Nah, jawabannya ada pada diri Anda masing-masing... Cukup Anda yang tahu, tapi jika Anda ingin berbagi dengan saya, yuk mari...
Oya, tolong Amien-i doa saya ya...
Labels: artikel



