My Affiliate: Home | dBC-Network | tokoDEA | SwarnaGaya

M*L-M vs Traditional Business

Tulisan ini diinspirasi oleh tulisan berjudul sama bisa lihat di sini.

Singkat kata, M*L-M a.k.a Mul*ti Le+vel Mark#eting atau Network Marketing adalah salah satu bentuk sistem pendistribusian produk. Setiap bisnis yang memiliki produk untuk dijual, dan ketika produk terjual, uangpun dihasilkan. Di bisnis tradisional seperti bisnis retail, konstruksi, makanan, atau bisnis apapun, ketika produk terjual, mekanisme pemasaranpun berhenti. Sebelum produk terjual, produk tersebut hampir pasti melalui rantai pendistribusian yang membuat harga produk yang di pasarkan meningkat.

Sebagai contoh, Anda memiliki sebuah franchise minimarket dan minimarket Anda menyediakan sabun untuk dijual. Sebelum sabun tersebut sampai ke tangan konsumen, ada biaya-biaya yang harus dibayar terlebih dahulu seperti ongkos pembuatan iklan, ongkos produksi, dan komisi tenaga penjual yang membuat Anda yakin untuk memajang produk tersebut di mini market Anda, dan setiap orang yang terlibat di rantai distribusi tersebut dibayar. Biaya-biaya yang saya sebutkan di ataslah yang membuat harga sabun tersebut menjadi mahal. Dan siapa yang harus membayar orang-orang yang melakukan pekerjaan yang saya sebutkan di atas? KONSUMEN! Untuk membuat harga sebuah produk tetap murah, kadang kualitas produk menjadi nomor dua.

Sekarang, tentunya Anda cukup familiar dengan MAKRO? Apa yang membuat barang-barang di sana lebih murah? Karena mereka membeli barang langsung ke pabrik, dan memangkas sebagian biaya, sehingga mereka dapat menjual produk yang sama dnegan harga lebih murah.

Memiliki sebuah bisnis M*L-M mirip dengan memiliki toko grosir seperti MAKRO. Di bisnis M*L-M, Anda membeli produk langsung dari pabrik, sehingga memangkas biaya transaksi, dan ini juga berakibat dengan naiknya komisi yang Anda terima dan juga berpengaruh baik terhadap kualitas produk.

Coba pikir, jika Anda dapat membeli sabun langsung dari gudang pabrik, kira-kira berapa harga yang harus Anda bayar? Yang perlu menjadi pertimbangan Anda mungkin adalah Anda harus membeli produk tersebut sebanyak 1 box besar.

Sekarang, inilah yang membuat M*L-M berbeda dari bisnis tradisional.

Di toko-toko grosir, mereka 'membayar' pekerja dan membayar gajinya untuk memasarkan produk. Tidak peduli berapa banyak yang mereka jual, pekerja tersebut tetap mendapatkan penghasilan. Karena Anda mempunyai 'pekerja', Anda berkewajiban membayar pajak, asuransi dan insentif lain-lain, dan... biaya ini diperhitungkan dalam menentukan harga jual sabun.

Jika Anda seorang Supervisor, dan Anda melatih seorang pegawai baru untuk memasarkan produk, yang Anda dapatkan hanya ucapan terima kasih (kadang-kadang tidak -grin), toko grosir tempat Anda bekerja yang mendapatkan segala keuntungan yang dihasilkan oleh pegawai baru yang Anda latih. Semakin banyak pelatihan yang Anda berikan, semakin besar pemasukan dan keuntungan yang didapat oleh toko grosir tempat Anda bekerja.

Di bisnis M*L-M, kita adalah pemilik toko grosir. Kita adalah pemilik MAKRO. Kita membeli produk langsung dari pembuatnya dan memasarkan produk langsung. Kita biasanya tidak mengeluarkan biaya overhead seperti pajak dan asuransi, pun tidak dipusingkan oleh bagaimana membayar gaji pegawai tiap akhir bulan. (Note: di bisnis yang saya lakukan, pajak sudah dihitung oleh perusahaan dan dipotong dari penghasilan yang kita dapat). Kita tetap membayar pajak 'individu' HANYA atas penghasilan yang kita dapat. Kita juga tetap mengeluarkan biaya iklan, dan kita melatih orang lain untuk memasarkan produk. Perbedaan utamanya adalah kita TIDAK MEMBAYAR gaji pada orang-orang yang kita latih.

Di bisnis M*L-M, kita bekerja berdasarkan komisi. Kita dibayar berdasarkan apa yang kita kerjakan. Ketika kita berhasil memasarkan produk, kita menghasilkan uang. Ketika kita mengajarkan orang lain untuk melakukan hal yang sama, kita mendapatkan bonus atas hasil kerja kita.

Jika Anda 'membayar' seseorang untuk membantu Anda memasarkan produk, Anda berkewajiban menggaji mereka walaupun mereka tidak dapat memasarkan produk Anda. Biaya ini pasti keluar dari kantong Anda, apapun yang terjadi. Jika Anda memiliki 'pekerja', sekali lagi, Anda bertanggungjawab untuk membayar pajak dan pengeluaran lain, walaupun mereka tidak menghasilkan keuntungan apapun untuk Anda.

Di bisnis M*L-M, secara teknis Anda tidak menggaji orang sebagaimana di bisnis tradisional, tetapi Anda berbagi peluang bisnis dengan orang-orang yang ingin memiliki 'toko grosir' sendiri. Anda memberikan pelatihan-pelatihan pada mereka untuk melakukan duplikasi. Ya, ANDA menginvestasikan waktu dan energi untuk berbagi pengetahuan dengan orang lain, dan mereka memutuskan apa yang akan mereka lakukan dengan pengetahuan 'baru' yang mereka miliki. Banyak orang yang akan Anda temui mungkin bukan orang yang tepat untuk dilatih. Mereka lebih memilih mendapatkan gaji bulanan ketimbang menjadi pemilik bisnis. Itu hal yang sangat lumrah.

Cara Anda memasarkan produk tidak berbeda dengan bisnis-bisnis lain. Anda harus memberitahu orang bahwa Anda memiliki bisnis dan produk yang Anda rasa akan menguntungkan penggunanya. Anda juga harus mengerti bahwa tidak semua orang akan menggunakan produk yang Anda pasarkan, seperti halnya Anda memilih untuk tidak belanja di toko A atau B. Jika Anda merekomendasikan sebuah restoran favorit Anda, apa Anda benar-benar yakin semua orang yang Anda beritahu akan pergi ke restoran tersebut? Dan jika Anda tidak memberitahu orang lain bahwa Anda memiliki dan menjalani bisnis ini, apa Anda percaya bahwa Anda akan mendapatkan keuntungan>

Satu hal penting yang harus Anda mengerti.

M*L-M adalah sebuah profesi sebagaimana halnya bisnis lain. Dan profesi dengan bayaran yang tinggi membutuhkan pelatihan. Banyak pelatihan, dan dilakukan bertahun-tahun. Yang pertama kali harus Anda lakukan, saat Anda memulai bisnis ini, adalah memasarkan produk Anda. Semakin banyak rekomendasi yang Anda berikan, semakin besar pemasukan Anda. Ini adalah salah satu keuntungan BESAR di profesi ini.

Rekomendasikan pada banyak orang, Anda menghasilkan banyak uang.
Rekomendasikan pada sedikit orang, Anda menghasilkan sedikit.
Tidak melakukan rekomendasi, tidak ada uang yang masuk ke kantong Anda.

Saat Anda merekomendasikan produk, Anda perlu belajar untuk menekuni profesi ini. Setiap dokter, pengacara, ataupun profesi berpenghasilan tinggi lain HARUS pergi ke sekolah selama bertahun-tahun untuk belajar bagaimna cara menjadi profesional di bidangnya. Jika Anda memutuskan untuk menjadi dokter, apakah dalam waktu 30hari Anda dapa mempelajari semua pengetahuan untuk dapat melakukan diagnosis dengan tepat dan menyelamatkan hidup seseorang? Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mempelajari hal-hal tersebut?

Jadi perlakukan profesi ini sebagaimna Anda memperlakukan profesi berpenghasilan tinggi lain dan Anda akan mendapatkan ganjarannya, sejalan dengan waktu, sebagaimana halnya profesional lain.

Lalu, apakan ini bisnis piramida?
Anda dapat melihat info-nya di sini.

Banyak orang yang bingung membedakan antara bisnis piramida atau bisnis berskema Ponzi dengan mul*ti level mark^eting yang sesungguhnya. M*L-M memiliki produk, dan paling penting produknya dijual di pasaran. Di bisnis M*L-M, komisi dibayarkan berdasarkan besar jaringan, namun komisi ini dibayarkan berdasarkan besar penjualan, bukan dari banyak-nya orang yang berhasil kita rekrut.

Anda akan bekerja di suatu tempat, selama 30 - 40 tahun mendatang. Why not learn how to work smarter, not harder. Jadilah profesional di sebuah bidang, jadilah piawai, dan hasilkan banyak uang, hidup selayaknya seorang profesional.

Jika Anda melihat 5 tahun ke belakang, apakah Anda berada pada posisi yang Anda pikir sebelumnya? Jika Anda tidak melakukan perubahan apapun dalam hidup Anda, jika Anda tidak mberkomitmen untuk melakukan sesuatu yang berbeda, di mana kira-kira posisi Anda 5 tahun dari sekarang?

So, it's time for you to decide something

Pekerja. Pemilik bisnis. Atau Profesional
M*L-M atau bisnis tradisional

Jalani apapun pilihan Anda dengan segenap hati.
Jangan jalani hidup setengah-setengah.

Love your life, and love your job!

0 Comments:

Post a Comment